Sabtu, 14 September 2013

Hujan

Bagiku hujan menyimpan senandung liar yang membisikkan 1001 kisah. Tiap tetesnya yang merdu berbisik lembut, menyuarakan nyanyian alam yang membuatku rindu mengendus bau tanah basah. Bulir-bulir yang jatuh menapak diatas daun, mengalit lurus menyisakan sebaris air di dedaunan. Sejuk, mirim embun.

Hidup seperti ini. Aku bisa merasakan senja yang bercampur bau tanah basah sepeninggal hujan. Seperti kanvas putih yang tersapu warna-warni homogen indah. Dentingan sisa-sisa titik hujan di atas atap terasa seperti seruling alam yang bisa membuatku memejamkan mata. Melofi hidup , aku menyebutnya seperti itu. Saat semua ketenangan bisa ku dapatkan tanpa harus memikirkan apapun.
                      -Pradipta Tamara Ariesta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar