Minggu, 06 Januari 2013

Januari 2013. Minggu Malam

Kemarin, aku menulis surat ini untukmu. aku merasa egois untuk harus mengirimkan surat itu meskipun aku tau mungkin, suarat ini akan memberikan sedikit rasa sakit padamu, karena aku ingin engkau merasakan bagaimana aku tidak bahagia karena cinta ini, dan terus berusaha semampu yang aku bisa untuk membujukmu agar menyerahkan seluruh hatimu padaku, yang seluruh keberadaan cinta ini tergantung atasmu. Engkau tidak bisa menggerakkan atau memindahkan kelopak mata itu untuk menembus hatiku-aku terlalu  serakah atasmu-janganlah memikirkan hal apapun kecuali aku. janganlah memikirkan hal apapun kecuali aku. janganlah hidup jika aku tidak ada-jangan pernah melupakanku. Tetapi apakah aku punya hak untuk menyatakan bahwa kau telah melupakan aku ? mungkin saja engku memikirkanku sepanjang hari. Apakah aku memiliki hak untuk berharap agar kau tidak akan bahagia tanpa bersamaku ? Engkau akan memaafkan harapanku itu, jika saja engkau tau hasrat besar yang aku yakini bahwa engkau harus mencintaiku-dan engkau harus mencintaiku seperti aku mencintaimu! Engau harusnya tidak memikirkan siapaun kecuali aku. apalagi menulis kalimat itu. Kemarin dan pagi ini aku telah dihantui dengan pengelihatan yang manis-aku pernah melihatmu sepanjang waktu dengan mengenakan tuxedo mu. Bagaimana pengelihatanku tidak sesakit itu1 Bagaimana hatiku tidak di khususkan untuk itu! Bagaimana mataku tidak dipenuhi airmata itu! Rasa cinta yang aku rasakan sebenarnya sudah cukup untuk menempati hatimu yang luas-ketika aku tau engkau akan pergi ke luar negeri sendirian, aku terpukuol mendengarnya, namun aku berharap itu-engkau berjanji tidak akan lama, sampai aku dapat menjadi alebih baik. Janjiku ini akan memenuhi kertas mames yang menawan. Jika engkau tidak dapat melakukannya dengan itikad baik, jangan menceritakanku tentang cinta-mengatakan apa yang sungguh engkau pikirkan-mengakui jika hatimu terkancing dunia. Mungkin aku dapat melihatmu pada jarak yang lebih jauh, meski kini tidak mungkin bagikubisa melihatmu dengan begitu dekat denganku. seperti engkau melihata burung kesayanganmu terbang dari kandangnya, matamu akan terasa sakait setelah waktu-waktu yang berlalu kau selalu melihatnya ada. Meskip[un setelah ia hilang dari pandanganmu, engkau akan merasa sedikit laebih baik. Mungkin jika itu terjadi, akuilah bahwa engkau sesungguhnya selalu berharap agar selalu disisiku! Aku mungkin akan menjadi lebih bahagia, dan tidak terlalua menderita. Baiklah, engkau mungkin menganggap bahwa aku egois, kejam, karena tidak membiarkan diriku menikmati masa mudaku. Engkau berharap aku menderita. Kau pasti akan berfikir seperti itu jika kau mencintaiku, seluruh jiwaku akan terpuaskan hanya dengan itu. Jika engkau bisa menjadi dirimu disebuah pesta, dan membiarkan orang-orang melihatmu tersenyum dan berharap mereka menghormatimu, kau tak akan pernah dapat mencintaiku. Aku melihat kehidupan dalam kehampaan, kecuali tentang kepastian cintamu, sebagai bukti, betapa indahnya aku ini! tetapi jika aku tidak dalam keyakinan seperti ini, maka aku akan mati dalam kesakitan yang dalam. Tetapi jika kiata saling mencintai, seharusnya kita tidak hidup dalam keterasingan satu sama lain. Kau harus menjadi milikku untuk berakhir pada keinginanku! aku tak berpura-pura mengatakan bahwa aku memiliki rasa cinta yang lebih kuat dibandingkan siapaun yang mencinaataimu! namun aku berharap kau serius amembaca kedalaman saurat-suratku, dan kau akan tau bahwa semua kata yanga tertulisadalah bagian dari diriku bukan milik orang lain. Untuk mengurangi kesakitanku daan penderitaanku yang khusus kau ciptakan dari cinta ini. kesehatanku yang pulih tidak akan berguna bagiku jika kau tidak menjadi milikku.

Semoga tuhan menyelamatkanku atau memberi tahukan padamu bahwa akdir ini terlalu menyedihkan bagimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar